Kandungan Q.S. Al Insyirah - Al Qur'an Hadits Kelas 6



Surah al Insyirah adalah surah yang ke 94 dan terdiri dari atas 8 ayat. Termasuk golongan surah Makkiyah (surah yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah). Nama al Insyirah diambil dari kata "Nasyrah" yang terdapat pada ayat pertama yang artinya "melapangkan"

Kandungan Dalam Surat Al Insyirah 

Dari ayat-ayat Surat Al Insyirah, ada banyak pelajaran penting yang bisa diambil umat Islam. Berikut adalah kandungan Surat Al Insyirah: 

1. Allah melapangkan hati Nabi Muhammad SAW yang dalam usahanya untuk mensyiarkan agama Islam kerap melalui banyak rintangan. Surat ini tidak hanya ditujukan untuk Rasulullah, tetapi juga umat Islam yang terkadang juga diliputi rasa susah dan gelisah. 

2. Allah SWT menekankan sebanyak dua kali bahwa beserta kesulitan selalu ada kemudahan. Artinya kemudahan tersebut berada dalam kesulitan itu sendiri. Dan hanya orang-orang dengan prasangka baik yang dapat memahami. 

3. Manusia tidak boleh bermalas-malasan dan hanya menunggu keajaiban datang. Manusia harus tekun berusaha dan bersabar ketika mengalami kesulitan. Allah juga memerintahkan ketika seseorang telah menyelesaikan satu urusan, hendaknya ia tidak berdiam diri, melainkan segera melakukan urusan lain secara bersungguh-sungguh. 

4. Allah SWT mengingatkan bahwa usaha juga harus dibarengi dengan tawakal. Sebab, hanya Allah-lah yang berkehendak untuk memutuskan segala sesuatu.

Write by : Lilik Stiawan, S.Pd.I

Continue reading Kandungan Q.S. Al Insyirah - Al Qur'an Hadits Kelas 6
, ,

Khiyar dan Macamnya - Fiqih Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah

Source : https://www.altundo.com/

KHIYAR

Kata khiyar dalam bahasa arab berarti pilihan. Sedangkan menurut istilah, khiyar adalah hak pilih bagi penjual dan pembeli untuk melanjutkan atau membatalkan akad jual beli yang dilakukannya dalam waktu dan sebab tertentu.

MACAM-MACAM KHIYAR

1. Khiyar Majlis

Khiyar majlis yaitu hak antara pembeli atau penjual untuk melanjutkan atau membatalkan di dalam proses jual beli selama belum beranjak/pergi dari tempat jual-beli yang sedang dilangsungkan.

contoh : Biasanya dalam jual beli ada istilah "Barang yang sudah dibeli, tidak bisa dikembalikan lagi."

2. Khiyar Syarat

Khiyar syarat adalah hak pembeli atau penjual atau keduanya, untuk melanjutkan atau membatalkan transakisi jual belinya selama masih dalam masa tenggang yang disepakati kedua belah pihak.

Batasan tenggat waktu khiyar syarat dibatasi selama 3 hari, sesuai dengan hadist khiyar syarat, yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu majjah. “dibolehkan khiyar pada setiap benda yang telah dibeli, selama tiga hari tiga malam”.

contoh : membeli sepatu untuk adek yang ukurannya masih belum diketahui muat atau tidak di kakinya. Si pembeli pun meminta persyaratan, saya jadi beli, tetapi kalau nanti seandainya tidak muat, boleh ya saya kembalikan? Si penjual pun memperbolehkannya.

3. Khiyar 'aibi

Khiyar 'aibi adalah hak untuk memilih meneruskan atau membatalkan jual beli karena adanya cacat/rusak pada barang yang dia beli dan pada saat ijab qabul tidak terlihat cacatnya.

contoh : Pak Erwin hendak membeli buku satu paket untuk anaknya. Ia tidak mengetahui kalau buku tadi telah rusak karena di makan tikus kerika masih ditoko. Pak Erwin membukanya di rumah. Ia terkejut, karena mendapati bukunya telah rusak. Pak Erwin kemudian mengembalikan buku itu ke toko untuk diganti dengan buku yg baru.


Created By : Lilik Stiawan, S.Pd.I

Continue reading Khiyar dan Macamnya - Fiqih Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah
, ,

Macam-Macam Jual Beli - Kelas 6

 




MACAM-MACAM JUAL BELI

Jual Beli Ditinjau dari Segi Hukum

1. Jual beli yang sah menurut hukum

yaitu jual beli yang memenuhi syarat-syarat dan rukun jual beli serta tidak terdapat unsur yang menyebabkan tidak sahnya jual beli.

2. Jual beli yang sah tapi terlarang

Jual beli jenis ini terdiri dari beberapa macam yaitu:

a. Membeli barang yang sedang ditawar orang lain yang masih dalam masa khiyar.

b. Membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar dengan tujuan menghalangi orang lain.

c. Membeli barang dengan menghadang di pinggir jalan, padahal ia belum mengetahui harga pasar.

d. Membeli barang untuk ditimbun (disimpan kemudian dijual ketika barang mulai mahal/langka).

e. Juali beli barang yang digunakan untuk maksiat

f. Jual beli pada waktu shalat Jum'at

3. Jual beli terlarang dan tidak sah hukumnya

Jual beli jenis ini terdiri dari beberapa macam diantaranya:

a. Jual beli barang yang najis menurut agama, seperti anjing, babi, bangkai, dan khamar.

b. Jual beli sperma (mani) hewan, seperti mengawinkan seekor domba jantan dengan betina agar dapat memperoleh keturunan tetapi dengan imbalan.

c. Jual beli anak binatang yang masih berada dalam perut induknya.

d. Jual beli sistem ijon, yaitu jual beli yang belum jelas barangnya. Misalnya, jual beli buah-buahan yang masih muda, jual beli padi yang masih hijau yang keduanya dimungkinkan dapat merugikan salah satunya.

e. Jual beli sistem gharar, yaitu jual beli yang mengandung unsur penipuan karena tidak adanya kepastian, baik mengenai ada atau tidaknya objek akad, besar kecilnya jumlah, maupun kemampuan menyerahkan barang yang disebutkan di dalam akad jual beli tersebut. contoh jual beli burung yang masih terbang diudara, jual beli ikan yang masih berenang dilaut (belum ditangkap).

posting by : Lilik Stiawan, S.Pd.I

Continue reading Macam-Macam Jual Beli - Kelas 6
, ,

Sesorah - Bahasa Jawa Kelas 6

 


➤ Sesorah/Pidato utawa medharsabda yaiku ngandarake sawijining gagasan utawa panemu saran lisan ing  sangarepe wong akeh.

➤ Tujuane Sesorah iku maneka warna kayata :

1.Lung tinampen/pasrah tampi
Yaiku sesorah kanggo masrahake lan nampa kayata lamaran,sarahan,utawa calon temanten.

2.Atur pambagya 
Yaiku sesorah kanggo nampa rawuhe tamu ana ing acara apa wae kayata: mantenan,supitan,walimahan utawa perpisahan sekolah.

3.Aweh panglipur/hiburan
Sesorah aweh panglipur ancase supaya sing mirengake bisa seneng atine, kayata: sesorah ana ngomahe wong sing lagi kesripahan.

4.Atur kabar/informasi
Nyeritakake bab-bab maring pamiarsa/pendengar.Umpamane sesorah pelapuran ing rapat organisasi,promosi produk barang.

5. Pangajak
Sesorah iki sipate ngajak marang wong padha ngrungokake supaya kapikut,ketarik atine marang andharan mau.Umpamane sesorah ing papan ibadah,pengajian.

➤ Sing Perlu digatekake / Wigatine Sesorah :
1. Basa
2. Busana
3. Swara
4. Solah bawa (sikap)

➤ Cengkorongan (unsure) sesorah:

1. Salam pambuka
Ngaturake salam marang tamu kayata : Assalamualaikum Wr.Wb, wilujeng dalu, nuwun, kula nuwun, lan liya-liyane.

2. Atur Pakurmatan
Nyebut para tamu lan tetembungan pakurmatan.

3. Purwaka 
Ngaturaken syukur lan panuwun marang Allah SWT.

4. Isi / Surasa
Isine bab apa wae kang bakal diaturake.

5. Pengarep arep
Isi bab sing disuwunake marang para tamu, umpamane donga pangestu pinutur.

6. Panutup
Isine njaluk pangapura marang para tamu anggine nampa rawuhe yen ana kekurangane

7. Salam penutup
Isine ngaturake salam marang para tamu lan tandha menawa acara wis paripurna


Created By : Lilik Stiawan, S.Pd.I

Continue reading Sesorah - Bahasa Jawa Kelas 6
, ,

Pengertian Dan Hukum Jual Beli - Fiqih Kelas 6

 


A. Pengertian Jual Beli

        Jual beli menurut bahasa berasal dari kata "bai'u" yang artinya pertukaran atau saling menukar. Sedangkan menurut istilah, jual beli adalah tukar menukar barang dengan barang yang lain sesuai dengan syarat dan rukun tertentu.

          Jual beli juga dapat diartikan menukar uang dengan barang yang diinginkan. Jual beli sah apabila memenuhi syarat dan rukun-rukunnya.

B. Hukum Jual Beli

           Hukum asal jual beli adalah "mubah" (Boleh). Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al Baqarah ayat 275 yang berbunyi:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا 

artinya : "dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"

Riba adalah mengambil tambahan dalam sebuah pinjaman secara batil (merugikan).

            Akan tetapi jual beli hukumnya bisa berubah sesuai dengan keadaan tertentu.

  1. Mubah (boleh), merupakan hukum asal jual beli.
  2. Wajib, apabila menjual adalah suatu keharusan, misalnya menjual barang untuk membayar hutang.
  3. Sunah, menjual barang untuk menolong seseorang atau saudara yang sangat membutuhkan.
  4. Haram, merupakan jual beli yang dilarang, misalnya menjual barang-barang haram.

Continue reading Pengertian Dan Hukum Jual Beli - Fiqih Kelas 6