JURNAL PEMBELAJARAN HARIAN
| Nama Madrasah | : | MIN 7 Sragen |
| Hari / Tanggal | : | |
| Semester | : | klik untuk mengisi |
| No | Kelas | Mapel | Capaian Harian | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 |
( ketik nama guru )
| Nama Madrasah | : | MIN 7 Sragen |
| Hari / Tanggal | : | |
| Semester | : | klik untuk mengisi |
| No | Kelas | Mapel | Capaian Harian | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||
| 2 | ||||
| 3 | ||||
| 4 | ||||
| 5 |
A. BIOGRAFI
SUNAN AMPEL
1. Sunan Ampel mendapat gelar sebagai bapak dari
para wali, karena dengan jasanya terlahir banya pendakwah untuk
menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
2.
Sunan Ampel mempunyai nama asli Sayid Ali Rahmatullah.
3.
Sunan Ampel juga dikenal dengan sebutan Raden
Rahmat.
4.
Ayahnya bernama Syekh Ibrahim As-Samarqandi.
5.
Ibunya bernama Candrawulan berasal dari
Champa Kamboja.
6.
Silsilah Sunan Ampel bersambung ke Rasulullah pada
jalur Husain bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra binti Rasulullah.
7.
Raden rahmat datang ke pulau Jawa ayah dan saudaranya
yang bernama Ali Murtadho dan Raden Burereh.
8.
Raden Rahmat sampai di pulau Jawa sekitar tahun 1443
M atas undangan Prabu Kertawijaya atau Brawijaya.
9.
Raden Rahmat datang ke pulau Jawa atas usulan dari Dewi
Dwarawati (istri Brawijaya) yang sekaligus saudara dari Candrawulan.
10. Istri Raden
Rahmat bernama Nyai Ageng Manila, putri Bupati Tuban yang bernama
Tumenggung Arya Teja.
11. 2 Putra Sunan
Ampel yang menjadi wali yaitu Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) dan Sunan
Drajat (Raden Qasim).
12. Sunan Ampel juga
dikaruniai 2 putri yaitu Nyai Ageng Maloka dan Syarifah
(Ibu Sunan Kudus).
13. Raden Rahmat
diangkat menjadi Raja (Bupati) Surabaya dan mendapat gelar Sunan (Susuhunan)
yang artinya yang dijunjung tinggi.
14. Sunan Ampel
wafat pada tahun 1479 M dan dimakamkan disebelah barat Masjid Ampel di Surabaya.
15. Didepan makam Sunan
Ampel terdapat Pasu atau gentong besar berisi air untuk diminum.
B. PERAN SUNAN
AMPEL DALAM MENGEMBANGKAN ISLAM DI INDONESIA
1.
Membentuk jaringan kekerabatan dalam menyebarkan Islam.
Dalam mengembangkan agama Islam Sunan
Ampel membentuk jaringan kekerabatan melalui jalur pernikahan para pendakwah
dengan putri-putri penguasa kerajaan Majapahit.
2. Melakukan perubahan menuju tradisi bernilai keislaman.
-
Dalam berdakwah Sunan Ampel menyampaikan dengan cara
damai, moderat, toleran dan menyesuaikan tradisi yang ada dengan memasukkan
nilai-nilai Islami.
-
Sraddha yaitu upacara peringatan atas
kematian seseorang pada tahun ke 12.
-
Kenduri yaitu memperingati kematian
seseorang pada hari ke 3, 7, 40, 100 dan 1000.
-
Tradisi kenduri merupakan tradisi keagamaan muslim
dari Champa.
-
Dalam berdakwah Sunan Ampel mengajarkan Moh Limo.
-
Moh Limo juga disebut Falsafah Limo yang
isinya Moh Main, Moh Ngombe, Moh Maling, Moh Madat, Moh Madon.
3.
Membangun masjid dan pesantren sebagai pusat
penyebaran ajaran Islam.
- Dalam membangun masjid, Sunan Ampel memadukan
arsitektur hindu budha dengan khasanah Islamiyah dengan membuat model
atap tumpang.
-
Sunan Ampel mengajarkan para santrinya ilmu Al
Qur’an, Syariat dan Tasawuf.
- Setelah wafatnya Sunan Gresik , Sunan Ampel diangkat
menjadi Sesepuh Para Wali yang bertugas menjadi Mufti atau pemimpin
Islam se Tanah Jawa.
- Murid (Santri) Sunan Ampel yang menjadi anggota Wali Songo
yaitu Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan
Kota (Raden Patah), Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati.
-
Sunan Ampel membantu mendirikan Masjid Agung Demak
yang dimulai tahun 1477 M.
-
Salah satu tiang utama Masjid Demak diberi nama Sunan
Ampel.
-
Sunan Ampel menciptakan Huruf Pegon atau
tulisan arab berbunyi bahasa jawa.
Rasulullah
Muhammad SAW adalah manusia biasa seperti kita. Beliau mengalami masa kanak-kanak dan juga masa remaja
seperti manusia lainnya. Beliau juga senang bermain sebagaimana anak-anak dan remaja
lainnya saat itu.
Masa remaja
adalah periode penting dalam pembentukan sifat seseorang. Masa remaja adalah masa peralihan antara masa
kanak-kanak dan masa dewasa. Sebagai manusia, tentu Nabi Muhammad saw. juga mengalami masa
tersebut. Perbedaan
masa remaja Nabi Muhammad saw dengan remaja-remaja yang lain adalah sifat dan wataknya (akhlak). Bermain dan
bekerjanya Nabi Muhammad saw senantiasa menjadi contoh teladan bagi remaja-remaja
lainnya. Dengan demikian apa yang kita pelajari saat ini dapat menjadi teladan bagi
anak-anak didik semua dalam kehidupan sehari-hari.
Masa remaja
Nabi Muhammad saw. digunakan untuk hal yang baik. Kegiatannya adalah kegiatan yang membawa manfaat bagi
dirinya dan bagi orang lain.
Masa remaja Nabi Muhammad saw. dilalui dalam sebuah lingkungan yang sangat baik. Walaupun beliau melewati masa remajanya tanpa didampingi kedua orang tuanya, namun Abu Thalib sebagai paman dan adik kandung dari ayahanda, telah mengambil alih fungsi orang tua dengan sangat baik. Abu Thalib memperlakukan Muhammad dengan penuh kasih sayang melebihi putranya sendiri. Rasa sayang yang ditampilkan tentu saja bukan sikap sayang yang memanjakan, tapi yang bersifat mendidik. Bersama pamannya, Nabi hidup dengan sederhana karena Abu Thalib adalah orang yang sederhana secara materi dan gaya hidup. Kesederhanaan itu membuat Nabi menjadi sosok yang mudah berempati pada kaum lemah, miskin dan terpinggirkan.
Nabi Muhammad saw. juga dikenal aktif dalam kehidupan sosial. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang Nabi tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke tempattempat yang berdekatan dengan Ukaz, Majinnah dan Żul-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair hebat. Beliau juga dikenal sebagai pekerja keras. Nabi melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang sebayanya.
Aktivitas Nabi Muhammad SAW Saat Remaja
Walaupun masih remaja, Nabi Muhammad saw. sangat rajin bekerja. Baik membantu pekerjaan rumah, maupun membantu orang tuanya (pamannya) dalam mencari nafkah. Di antara beberapa aktivitas dan prilaku Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan masa remajanya yang tercatat dalam sejarah:
a. Menjadi penggembala
kambing.
Nabi Muhammad saw. menggembala kambing milik kerabat dan
orang-orang Makkah ke sekeliling gurun untuk merumput. Gaji yang didapatnya
diberikan pada pamannya.
b.
Berniaga ke negeri Syam.
Kaum Quraisy terbiasa bepergian ke Syam (sekarang Suriah)
sekali setiap tahun untuk berdagang. Sebab, hal itu merupakan sumber utama
untuk mendapatkan pekerjaan. Abu Thalib berencana untuk bepergian tanpa
mengajak Muhammad SAW. Namun, atas desakan kemenakannya tersebut, akhirnya sang
paman mengalah dan ini menjadi perjalanan Nabi ke Suriah pada usia 12 tahun.
Dalam perjalanan inilah keduanya bertemu dengan pendeta
Nasrani bernama Buhaira yang melihat tanda-tanda Nabi terakhir pada diri
Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. sangat bersemangat dan tekun dalam
bekerja. Ia belajar cara berdagang dan melayani pembeli dengan baik. Sikapnya
sopan dan ramah, wajah dan paras Nabi Muahammad saw.yang tampan dan bersih
semakin membuat masyarakat di negeri Syam tertarik dan simpati kepada Nabi
Muhammad saw. Berdagang Bersama pamannya ke negeri Syam merupakan pengalaman
pertama Nabi Muhammad saw. Untuk berdagang. Selama ini, ia hanya tahu
menggembala kambing di gurun pasir. Dengan sifat dan sikapnya yang baik sangat membantu
pekerjaan tersebut.
c.
Ikut serta dalam perang Fijar.
Nabi saw. berpartisipasi dalam perang Fijar adalah bentuk
sifat pemberani dari seorang remaja Muhammad. Fijar adalah peperangan yang
terjadi antara keluarga keturunan Kinanah dan Quraisy dengan keluarga keturunan
Qais yang bertujuan untuk Perang ini terjadi di Nakhlah sebuah tempat yang
berada antara kota Makkah dan Ṭaif. Saat ini,usia Nabi sekitar antara 14-15
tahun. Pada usia yang demikian muda, maka keikutsertaan Nabi dalam perang Nabi
dalam perang Fijar bukanlah ikut bertempur. Beliau hanya bertugas mengumpulkan
panah yang datang dari pihak musuh ke garis kaum Quraisy.
d.
Ikut serta dalam Hilful Fudhul
Pada usia 15 tahun pula Nabi Muhammad SAW Ikut serta dalam Hilful Fudhul
yaitu perjanjian kesepakatan oleh orang-orang Quraisy Makkah untuk membela dan
melindungi orang-orang yang teraniaya dan menumpas orang-orang dzalim.
e.
Meninggalkan tradisi buruk.
Muhammad saw. menghindari semua perilaku buruk yang menjadi tradisi di
kalangan pemuda seusiannya pada masa itu seperti berjudi, berzina, meminum
minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenali
sebagai As-Ṣadiq (yang benar) dan Al-Amin (yang dapat dipercaya). Semenjak
kecil hingga remaja Nabi Muhammad Saw. sudah memiliki sifat tawaduk (rendah
hati), tawasut (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), iktidal (tegak
lurus). Sifat-sifat inilah yang membuat Nabi Muhammad disukai banyak orang
(masyarakat Makkah), bahkan beliau dijuluki al-Amin (yang dapat dipercaya)
karena akhlak dan sifat-sifat mulianya ini.
Dalam
sejarah lampau, masyarakat Arab sudah mengenal nama Allah sebagai sesuatu yang
layak disembah, dan zat yang maha terpuji. Ajaran ini adalah Agama Tauhid (agama
Hanif) yang dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s. kemudian dilanjutkan oleh
puteranya Nabi Ismail a.s. perjalanan hidup Nabi Ibrahim bersama istrinya Siti
Hajar, dan putranya yaitu Nabi Ismail a.s, membuahkan sejumlah ajaran dan
kebudayaan Islam yang sampai sekarang terpelihara, seperti Ka’bah, maqam
Ibrahim, Hijr Ismail, dan peristiwa qurban. Bahkan proses perjalanan kehidupan
keluarga ini diakui oleh umat Islam dalam salah satu rukun haji.
Berawal dari seorang yang bernama Amru bin Luhai seorang pembesar suku Khuza’ah yang melakukan perjalanan ke daerah Balqa di negeri Syam (Syiria). Dia melihat penduduk kota Dia melihat penduduk kota Syam melakukan ibadah dengan menyembah berhala, kepercayaan ini disebut dengan agama watsani. Dia tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkannya di Makkah. Maka terciptalah penyimpangan-penyimpangan dari ajaran Hanif yang telah lama di bawa oleh Nabi Ibrahim.
Zaman sebelum datangnya agama Islam kepada bangsa Arab disebut zaman Jahiliah, artinya zaman kebodohan atau kegelapan. Maksudnya manusia pada zaman itu tidak menggunakan akal pikirannya untuk mengikuti ajaran yang benar. Mereka hanya mengikuti keinginan nafsu dan kesenangannya.
Adapun
faktor-faktor penyebab penyimpangan tersebut adalah:
- Kecenderungan
yang kuat mengagungkan leluhur yang telah berjasa terutama kepala kabilah nenek
moyang mereka.
- Rasa
takut yang kuat menghadapi kekuatan alam yang menimbulkan bencana mendorong
mereka mencari kekuatan lain di luar Allah Swt.
- Adanya
kebutuhan terhadap Tuhan yang selalu bersama mereka terutama saat mereka
membutuhkan
oleh : Lilik Stiawan, S.Pd.I
Makanan Halal adalah makanan yang diperbolehkan untuk dimakan menurut syariat Islam. Selain halal, makanan yang kita konsumsi harus juga "Thayyib", thayyib artinya baik, maksudnya adalah makanan itu selain halal juga bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah : 168 yang bunyinya :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
artinya : "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Q.S Al Baqarah : 168)
Macam-macam Makanan Halal
Makanan halal terdapat tiga macam yaitu :
1. Makanan halal menurut dzatnya yaitu :
Gatra 1 diarani gatra pambuka.
Gatra 2 diarani gatra isi.
Gatra 1 karo 2 ora ono sambungane makna.
Gatra 1 karo 2 runtut suarane utawa purwakanti swara.
gatekna tuladhane :
- Kupat bumbune santen, sedaya lepat nyuwun pangapunten.
Gatra 1 : kupat bumbune santen
Gatra 2 : sedaya lepat nyuwun pangapunten
- Dondhong opo salak duku cilik-cilik, ngandong opo mbecak mlaku timik-timik.
Gatra 1 : Dondhong opo salak duku cilik-cilik
Gatra 2 : ngandong opo mbecak mlaku timik-timik
tuladha liane :
- Abang-abang ora legi, tiwas nyawang ora nduwèni.
- Jambu apa jeruk, aku melu opo entuk.
- Suwe ora jamu, jamu godhong tela, suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gela.
- Timun sigarane, ayo mbangun negarane.
Didunia ini semua makhluk hidup pasti memerlukan air, terutama untuk kebutuhan minum. Allah telah menciptakan banyak sekali jenis minuman untuk dikonsumsi manusia. Baik itu minuman yg berasal dari langit, tanah, hewan maupun tumbuhan. Tentunya tidak semua jenis minuman boleh dikonsumsi oleh manusia, terutama untuk kita seorang muslim. Untuk itu kalian pelajari materi pada video berikut ini ya agar lebih paham dan mengenal apa saja jenis minuman yang boleh dan tidak boleh diminum oleh kita.
Setelah selesai melihat video pembelajaran diatas, silahkan buat review singkat di kolom komentar ya. jangan lupa menyertakan NAMA, KELAS dan NO ABSEN.
Assalamu'alaikum wr.wb.
Surah al Qadr merupakan surah yang diturunkan oleh Allah sebab orang-orang muslim umat Nabi Muhammad ingin melakukan ibadah seperti yang dilakukan oleh seorang dari kalangan bani Israil. Umat muslim pada jaman Rasulullah sangat kagum dan merasa bahwa amal ibadahnya selama ini tidak sebanding dengan amal ibadah yang dilakukan oleh seseorang dari kaum bani Israil tersebut.
Untuk lebih lanjut, silahkan tonton video pembelajaran berikut ini dengan cara mengetuk/mengklik pada video hingga selesai:
Setelah selesai menonton dan memahami isi video diatas, silahkan buat review singkat tentang isi video tersebut pada kolom komentar, dengan menulisakan Nama, Kelas, dan Nomor Absen.
Sekian dan selamat belajar!
Untuk memahami materi kita hari ini, perhatikan video berikut ini dengan seksama. Klik video untuk memulai!
Gua Hira, di Jabal Nur, merupakan tempat bersejarah bagi umat Islam. Untuk mencapai gua, diperlukan waktu sekitar 1,5 jam. Mulai dari kaki gunung, jamaah bisa menapaki batuan tangga yang sudah ada.
Awalnya memang terasa mudah lantaran batu-batuan yang ada bisa dijadikan pijakan yang kuat. Akan tetapi, sekitar 15 menit mendaki, jalan setapak mulai terasa tidak membantu lantaran keterjalan bukit.
Menilik sejarah, Gua Hira adalah tempat pertama kali Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT. Malaikat Jibril membisikkan ayat 1 sampai ayat 5 surat Al-Alaq kepada Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, suami Siti Khadijah itu kerap berkunjung ke Gua Hira untuk menyendiri. Muhammad bertafakur di Gua Hira manakala sedang gundah, gelisah, dan cemas atas kondisi sosial masyarakat Makkah kala itu.
Saat memasuki usia 40 tahun, Muhammad semakin memupuk kegemarannya mengasingkan diri ('uzlah) dan menyendiri (ikhtila) ke Gua Hira. Tak jarang Muhammad berada berhari-hari di dalam gua. Kadang sampai sepuluh malam, kadang lebih dari itu, bahkan sampai satu bulan.
Selama menyendiri dan bertafakur di Gua Hira, Muhammad merasakan kedamaian dan kenyamanan hidup. Jika pun harus kembali ke rumah, Muhammad hanya menyambangi istri dan mengambil bekal baru untuk ikhtila selanjutnya.
Muhammad terus melakukan 'ritual' tersebut sampai turun kepadanya wahyu ayat pertama Alquran. Kata Iqra mengawali wahyu sampai dibisikkan tiga kali oleh malaikat Jibril sebelum Muhammad mampu memahaminya. Usai menerima wahyu lima ayat pertama Alquran tersebut, Muhammad dipeluk malaikat Jibril. Imam Bukhari meriwayatkan, Muhammad langsung lemas dan berkeringat manakala Jibril melepaskan pelukan di tubuh Muhammad.
Dalam sebuah hadis yang dikumpulkan Imam Bukhari, Aisyah RA menceritakan cara permulaan wahyu diturunkan. Aisyah berkata: ''Wahyu yang diterima Rasulullah dimulai dengan suatu mimpi yang benar. Dalam mimpi itu beliau melihat cahaya terang laksana fajar menyingsing di pagi hari.
Kemudian, beliau digemarkan untuk melakukan khalwat ('uzlah). Beliau melakukan khalwat di Gua Hira selama beberapa malam, kemudian pulang kepada keluarganya (Khadijah) untuk mengambil bekal. Hingga akhirnya, turunlah wahyu Allah SWT.
Selepas menerima wahyu pertama tersebut, Rasulullah Muhammad SAW kemudian pulang ke rumah, menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid RA. Dalam keadaan gemetar, Muhammad bergegas meminta istrinya agar memberikan selimut padanya.
Kemudian, berceritalah manusia pilihan Allah ini tentang peristiwa yang baru saja dialaminya di Gua Hira. Tak berlangsung lama, Khadijah mengimani (memercayai) yang disampaikan suaminya. Sebab, sejak kecil, Muhammad sudah dikenal sebagai seorang pria yang jujur. Karena itu, ia dijuluki dan diberi gelar 'Al-Amin' (yang dapat dipercaya). Khadijah yakin, suaminya telah dipilih oleh Allah SWT.
Khadijah menyelimuti tubuh gemetar Muhammad hingga hilang rasa takutnya. Setelah itu, Muhammad berkata pada Khadijah, ''Hai Khadijah, tahukah engkau mengapa tadi aku begitu?'' Lalu, beliau menceritakan apa yang baru dialaminya. Selanjutnya beliau berkata: ''Aku sesungguhnya khawatir terhadap diriku (dari gangguan makhluk Jin).''
Siti Khadijah pun menjawab: ''Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuatmu kecewa. Kamu adalah seorang yang suka menyambung tali keluarga, selalu menolong orang yang susah, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.''
Siti Khadijah, istri Nabi menjadi orang yang pertama kali mengimani tauhid yang dititipkan Allah SWT melalui wahyu-Nya kepada Muhammad. Bukan itu saja, Siti Khadijah bahkan orang yang meyakinkan Muhammad bahwa wahyu itu pertanda Muhammad telah dipilih menjadi Rasulullah.
Terima kasih sudah membaca artikel ini. Setelah kalian baca, silahkan isi kolom komentar dengan nama lengkap, nomor absen, dan kelas.
Source : dari berbagai sumber oleh Lilik Stiawan
PENGERTIAN ‘ARIYAH
Pinjam meminjam dalam istilah fiqih disebut ‘ariyah. ‘Ariyah berasal dari bahasa
arab yang artinya pinjaman. Menurut istilah ‘ariyah adalah pemberian manfaat
suatu benda yang halal dari seseorang kepada orang lain tanpa mengharap imbalan
dengan tidak mengurangi atau merusak barang yang dipinjam dan dikembalikan tepat
pada waktu yang telah disepakati.
HUKUM ‘ARIYAH
Hukum asal pinjam meminjam (‘ariyah) adalah sunnah, tetapi bisa berubah
sesuai dengan kondisi tertentu antara lain :
-
Makruh, jika pinjam meminjam barang yang tidak
bermanfaat atau sia-sia.
-
Wajib, jika pinjam meminjam merupakan suatu
keharusan (dalam keadaan mendesak/darurat)
-
Haram, jika pinjam meminjam barang untuk digunakan
dalam kemaksiatan atau perbuatan jahat.
RUKUN ‘ARIYAH
-
Mu’ir (orang yang meminjamkan)
-
Musta’ir (orang yang meminjam)
-
Musta’ar (barang yang dipinjamkan)
-
Shighah / ijab qabul
HAK DAN KEWAJIBAN MU’IR DAN MUSTA’IR
1. Hak dan kewajiban mu’ir
- Meminjamkan barang dengan ikhlas dan suka rela.
- Barang yang dipinjamkan sifatnya tetap dan halal.
- Tidak meminta upah / tidak berdasarkan atas riba
2. Hak dan kewajiban musta’ir
- Menjaga barang yang dipinjam dengan tanggung jawab.
- Mengembalikan barang yang dipinjam tepat waktu.
- Jika harus mengeluarkan biaya perawatan maka biaya ditanggung peminjam.
- Jika terjadi kerusakan maka menjadi tanggung jawab peminjam
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM ‘ARIYAH :
-
‘Ariyah harus dalam hal kebaikan atau halal
-
Peminjam (musta’ir) hanya boleh memanfaatkan
barang pinjaman tersebut dan tidak boleh dimiliki
-
Menjaga dan merawat barang denga baik
-
Jika terjadi kerusakan atau hilang maka yang wajib
mengganti adalah peminjam
-
Jika harus mengeluarkan biaya perawatan maka biaya
ditanggung peminjam
-
Pinjaman dengan jaminan maka saat mengembalikan
harus sudah dibayar
-
Akad ‘ariyah bisa diputus asal tidak merugikan
salah satu pihak
- Jika salah satu dari mu’ir maupun musta’ir meninggal atau gila maka akad ‘ariyah gugur dan barang harus dikembalikan
-
Barang pinjaman yang sudah dikembalikan tidak
boleh dimanfaatkan lagi oleh peminjam kecuali terjadi akad ulang
Setelah selesai mencatat silahkan klik link berikut untuk tugas harian Fiqih (wajib bagi siswa siswi MIN 7 Sragen) :
Lihat, dengar dan
ulangilah!
تَحَدَّثَتْ زُلْفَى وَمَرْيَمُ
عَنِ الْعُطْلَةِ. إِقْرَأْ هٰذَا الْحِوَارَ الْآتِيَ بَجَيِّدٍ وَطَبِّقْهُ
مَعَ صَدِيْقِكَ !
Zulfa dan
Maryam bercakap-cakap tentang hari libur. Bacalah percakapan berikut ini dengan
baik dan praktikkan bersama temanmu!
زُلْفَى : اَلسَّلاَم
ُعَلَيْكُمْ
مَرْيَمُ
: وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
زُلْفَى
: Apa kabar Maryam?
مَرْيَمُ
: alhamdulillah baik-baik saja
زُلْفَى
: Bagaimana kamu menghabiskan liburan hai Maryam?
مَرْيَمُ
: Aku menghabiskan liburan dirumah kakekku,
kalau kamu?
زُلْفَى
: Aku menghabiskan liburan dirumah, aku mengerjakan PR.
Mana alamat rumah kakekmu?
مَرْيَمُ
: Alamat kakekku di wonosari jogjakarta
زُلْفَى
: kalau begitu bagaimana kamu pergi kesana?
مَرْيَمُ
: Aku pergi kesana dengan kereta api. Dari
stasiun dimalang jam 8, sampai distasiun jogja jam 4. Lalu aku naik bus menuju
wonosari
زُلْفَى : Apakah dirumah kakekmu ada pemandangan yang indah?
مَرْيَمُ : Ya, disana ada taman yang luas, ada pohon
bermacam-macam dan bunga-bunga yang indah. Disana ada sawah yang luas dialiri
sungai
yang panjang
زُلْفَى : Apakah rumah kakekmu dekat gunung dan laut?
مَرْيَمُ : benar, rumah kakek dekat gunung tapi jauh dari laut
زُلْفَى :liburan yang indah, bukankah begitu?
مَرْيَمُ : Betul, aku akan pergi kesana lagi dilain kesempatan.
Bagaimana kamu menghabiskan libur Zulfa?
زُلْفَى : Aku dirumah saja, aku segera mengerjakan PR. Aku
bangun tidur dini hari. lalu pergi kemasjid naik sepeda dan jalan-jalan di
taman kota.
مَرْيَمُ : Ada apa ditaman kota?
زُلْفَى : Ditaman kota ada kolam yang ada air mancurnya dan
macam-macam ikan.
مَرْيَمُ : Alangkah indahnya taman kota
زُلْفَى : Terimakasih maryam, sampai jumpa
مَرْيَمُ : Sama-sama selamat tinggal